Senyum
Beberapa waktu lalu di Daarut Du’at (tempat penulis nimba ilmu) diputarkan CD Training Motivasi. Tidak banyak yang akan saya ceritakan pada tulisan ini, namun saya akan bercerita yang membuat saya kaget waktu itu. Trainer pada film itu mengatakan, “Penelitian yang dilakukan pada ratusan ribu orang selama beberapa tahun, bahwa orang yang jarang tersenyum pada masa kanak-kanak hingga usia 30 tahun, akan cenderung hidup merana pada masa tuanya.”
Ups…, ati-ati nich. Bagaimana dengan kita? Semoga kita tidak termasuk seperti yang di survey itu. Tapi ga ada kata “terlambat”, berapapun usia kita sekarang, kalau kita sudah sadar demikian, jika usia kita telah melampaui 30 tahun kita harus menebusnya dengan lebih banyak tersenyum semoga itu menjadi pengganti senyum yang sudah terlewat.
Mari kita lihat bagaimana Rasulullah mengajarkan dalam kesehariannya. Tidakkah kita menyaksikan suatu kali Rasulullah memanjangkan sujudnya ketika shalat. Apa sebab? Ada Husain (cucu Rasulullah) berada dipunggungnya. Rasulullah membiarkan cucunya puas menunggangi punggungnya meskipun beliau sedang dalam aktivitas shalat. Dan Rasulullah tidak marah dengan yang dilakukan cucunya. Tentu hal ini, agar tidak ada kesedihan yang menyebabkan kotoran di dalam hati cucunya.
Tidakkah kita juga menyaksikan ketika Beliau menggendong seorang anak, namun ternyata anak itu mengompoli beliau. Si Ibu anak ini merebutnya dari gendongan Rasulullah karena merasa malu pada Rasul. Maka Rasulullah berkomentar, “Noda di bajuku lebih mudah dibersihkan dibandingkan dengan dengan noda yang engkau sebabkan pada anak ini”.
Rasulullah menyampaikan bahwa senyum adalah sedekah bagi tiap orang. Sadarkah bahwa dibelahan bumi ini ada orang yang mengalami penyakit “tidak bisa senyum”, suer nich beneran. Otot-otot sekitar wajah tidak bisa digerakkan, sehingga mukanya tampak selalu cemberut, murung dan tanpa ekspresi. Orang yang mengalami penyakit ini pula mengalami kesulitan dalam berbicara. Apakah mereka tidak ingin tersenyum? Lalu bagaimana dengan kita yang diberikan anugrah bisa tersenyum?
Ada tips bagus nich berkaitan dengan senyum. Ingat, SENYUM 227. Dua centi ke kanan dua centi ke kiri selama 7 detik. Katanya kalau kurang dari 7 menit berarti senyumnya tidak tulus. Ayo…., kita praktekkan. Senyumlah untuk orang yang ada di sekitar Anda. Sekarang.
E…..it, itu kelebaran bukan 557 loh!
Salman ar-Raisy
- Manajemen Diri | Time: 12:58 pm (UTC+8)





