Ibadah
Oleh: Salman ar-Raisy
(QS. Adz Dzariyat [51]: 56).
Ayat ini seolah-olah menggambarkan bahwa Allah SWT memerintahkan jin dan manusia untuk beribadah karena Allah membutuhkannya. Benarkah Allah memerlukan ibadah-ibadah kita?
Jawabannya bisa kita temukan di dalam hadits Qudsi-Nya. Allah berfirman, “… Hai hamba-Ku! Sungguh kalian tidak bisa membinasakan Aku, dan kalian tak dapat memberi manfaat kepada-Ku. Hai hamba-Ku! Jika orang terdahulu dan orang yang terakhir daripadamu, manusia dan jin semuanya, mereka itu berhati taqwa, seperti paling taqwa diantaramu, hal itu tak akan menambah kerajaanku sedikit jua. Hai hamba-Ku! Jika yang pertama dan terakhir daripadamu, manusia dan jin seluruhnya, mereka berhati jahat seperti paling jahat diantaramu, itu tak mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun…” (HR. Muslim).
Ibadah-ibadah yang diperintahkan Allah kepada manusia (dan jin) sesungguhnya untuk kebutuhan mereka sendiri. Allah itu Maha Mengetahui apa yang dibutuhkan hamba-Nya. Bukankah kita tidak pernah meminta mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, mulut untuk berbicara, tangan untuk memegang, dan kaki untuk berjalan? Namun karena ke-Mahapemurah-an dan ke-Mahatahu-an Allah terhadap kebutuhan manusia, kita diberikan itu semua.
Cara berfikir seperti inilah yang harus dikuatkan dalam benak diri, bahwa beribadah adalah kebutuhan kita sekaligus juga sebagai rasa bersyukur kepada Allah SWT. Dalam Surat Al Kautsar, Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.” (QS. Al Kautsar [108]: 1-2).
Rasulullah saja yang sudah dijamin surga pernah hingga bengkak kakinya akibat sangat panjang dalam mendirikan shalat lail. Ketika ditanya oleh istrinya, Aisyah, “Ya Rasulullah, padahal engkau telah dijamin syurga, kenapa engkau melakukan hingga demikian?” Dijawab Rasulullah, “Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang pandai bersyukur.”
Tentu tidak hanya shalat dan berkorban, karena aktivitas apapun yang dicintai dan diridhai Allah dan kita niatkan semata-mata untuk-Nya maka semua itu akan bernilai ibadah. Mari jadikan tiap helaan nafas kita, lontaran kata, kedipan mata, ayunan tangan dan langkah kaki kita sebagai ibadah kepada Allah SWT.
- Manajemen Diri | Time: 12:15 pm (UTC+8)





