MENEBAR SALAM, MENUMBUHKAN SEMANGAT!
www.KangSalman.co.nr





Menjadi Pembicara Hebat

20 December, 2006

Coba bayangkan betapa mengerikan ketika kita sendirian dihadapkan puluhan bahkan ratusan tentara musuh. Tidak hanya keringat dingin yang keluar, bisa saja lari terkencing-kencing karena ketakutan. Tapi coba bayangkan semua tentara itu tiba-tiba mendukung kita, mengelu-elukan kita, membanggakan kita, sangat patuh dengan kita. Wow, pasti suasana akan menjadi nyaman, sejuk meski di tengah terik matahari.

Mungkin ini yang bisa saya gambarkan, saya analogikan dengan ketika kita tampil didepan menjadi seorang pembicara. Kita bisa menjadi musuh audiens ataupun menjadi sahabat audiens. Bagaimana tidak, meski tidak terang-terangan memusuhi kita, pandangan mata audiens, bisik-bisik mereka, tingkah yang dilakukan akan sangat terlihat jelas apakah mereka menyukai kita atau tidak.

Seorang pembicara dapat merasakan kenikmatan ketika ia melihat wajah sebagian besar atau seluruh audiens menaruh perhatian yang besar, memiliki rasa penasaran, dan bergairah mendengarkan. Hal ini bisa dilihat dari bahasa tubuh mereka: mata yang berbinar, leher yang condong 60 derajat ke depan, perhatian yang tidak terpecah, tidak ada yang berbicara sendiri, semua memfokuskan perhatian ke topik yang dibicarakan, tertawa serempak dan bahkan kadang-kadang ada yang melihat dengan mulut terbuka. Bahkan ketika ada yang merasa tertinggal mereka bertanya kepada orang di sebelahnya, orang yang menjawab tidak ingin berbicara lama. Ingin mendengar pembicara dari menit ke menit.

Untuk menjadi seperti itu tidaklah mudah. Butuh banyak hal yang harus dilakukan, dipersiapkan. Berikut ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk memperbaiki tampilan ketika kita menjadi seorang pembicara. Ingat tidak ada sesuatu yang instan. Jangan mengharapkan hasil jika hanya melakukan satu dua kali. Hanya dengan berlatih-evaluasi, berlatih-evaluasi, dan berlatih-evaluasi dan "bertarung" menjadikan  tampilan kita akan semakin baik.

Berikut tips-tipsnya:

1. Jangan membiasakan diri tergantung pada teks. Teks dapat membunuh bakat, merusak flow, dan menciptakan jarak. Gunakan pointers atau ada yang menamakannya kertas contekan, sekedar untuk membantu mengingat apa yang harus disampaikan dan dilakukan.

2. Ukur dalamnya sungai. Ibaratnya selama presentasi (pidato), kita tengah menyeberangi sebuah sungai. Supya selamat, kita harus pandai berenang, tahu apa isi sungai itu, berapa dalamnya, berisi lumpur apa tidak, dan binatang apa saja yang dpat melukai anda. Celakalah mereka yang mencebur ke sungai tanpa mengenal betul karakter dan isi sungai itu.

Untuk itu sebelum melakukan presentasi gali terlebih dahulu siapa audiens kita, apa latar belakang mereka, apa pekerjaan mereka. Semakin detail kita mengenal mereka, kita akan dapat merebut hati mereka.

3. Periksa ruangan dan fasilitas yang diperlukan sebelum dimulai. Ruangan yang langit-langitnya rendah akanmembuat kita cepat lelah, cahaya yang masuk dari jendela akan mengganggu konsentrasi. Ruang yang terlalu sempit akan membatasi ruang gerak kita, ruang terlalu luas akan menjadikan komunikasi tidak fokus. Mikrofon buruk juga akan mengganggu konsentrasi. Pastikan semua dalam keadaan baik.

4. Jangan biarkan audiens jenuh. Jaga volume suara dan jaga nada agar tidak monoton. Begitu mereka mulai jenuh ajak mereka berdialog, lontarkan sedikit humor.

5. Berikan humor seperlunya, Humor tidak boleh berlebihan. Humor hanya digunakan untuk membangkitkan daya pikir. Jika berlebihan ia akan kehilangan substansi.

6. Biasakan Interaktif. Sebagai komunikator, pembicara jangan asyik bicara sendiri. Berikan kesempatan audiens untuk memberikan contoh, jawaban, melakukan aktivitas tertentu (game, teka-teki, dll), tertawa, bahkan mendengarkan musik.

7. Be spesific. Selalu berikan contoh-contoh dan ilustrasi. Jangan hanya berbicara teori, materi melulu beri penjelasan kreatif, dengan contoh dan ilustasi.

8. Jangan merendahkan mutu dengan merendahkan diri, misal dengan mengatakan “Maaf saya belum siap untuk mengangkat tema ini”, “Maaf sebenarnya ini bukan bidang saya!”, “Saya baru belajar” dan seterusnya. Manusia adalah mahluk yang malas yang hanya mau mendengan orang yang llayak ia dengar, yang ia anggap lebih tahu.

9. Perhatikan bahasa tubuh. Gerakkan anggota tubuh untuk mendukung apa yang kita sampaikan. Jangan melakukan gerak yang merusak penampilan atua malah tidak bergerak sama sekali,

10.Jangan berbicara seperti orang sedang ngobrol dengan seseorang. Ingat kita berbicar di depan banyak orang. Kombinasikan bahasa resmi dengan bahasa percakapan yang layak.

11.Berpakaianlah yang rapi dan usahakan yang cerah, agar menciptakan kesegaran di ruangan. Pakaian kita adalah citra kita pertama kali di hadapan audiens. Jangan jadikan penilaian awal audiens menjadi burukke kita dari pakaian yang kita kenakan.

to be continuous. . . . . . . . .

Comments

The URI to TrackBack this entry is: http://semangat.blogsome.com/2006/12/20/menjadi-pembicara-hebat/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Sorry, the comment form is closed at this time.

Terima kasih atas kunjungannya. Semoga bermanfaat. Kunjungi Kang Salman on Blog melalui:
www.kangsalman.co.nr

Insan Mutiara
CP: 081392150409